Istilah “struktur antar lantai” biasanya digunakan dalam konteks teknik struktur dan arsitektur. Ini mengacu pada sistem struktural yang digunakan untuk menopang langit-langit di antara lantai suatu bangunan. Struktur mezanin memainkan peran penting dalam stabilitas dan daya dukung bangunan. Pemilihan material dan jenis struktur mezanin bergantung pada berbagai faktor, termasuk tujuan bangunan, tinggi bangunan, anggaran, peraturan bangunan setempat, dan persyaratan teknis lainnya.
Pembagian konstruksi mezzanine
Pembagian konstruksi mezanin dapat dilakukan menurut sistem strukturnya, atau menurut bahan pembuatnya. Sistem konstruktif struktur mezzanine adalah : kubah, struktur mezzanine pelat, struktur mezzanine balok, plafon dan plafon. Pembagian konstruksi mezzanine menurut bahan pembuatannya adalah : kubah dari batu alam, konstruksi mezzanine dari beton dan balok, konstruksi mezzanine dari batu bata, konstruksi mezzanine dari beton bertulang, konstruksi mezzanine baja dan konstruksi mezzanine kayu.
Saat ini, konstruksi mezzanine paling sering dilakukan dalam bentuk pelat beton bertulang datar, diisi dengan balok TM atau sebagai konstruksi mezzanine FERT.
Struktur mezanin terbuat dari beton dan balok terbuat dari bahan pengikat
Sistem struktur mezzanine yang paling penting dalam kelompok ini meliputi:
- Konstruksi mezzanine beton bertulang datar dibuat bekisting (konstruksi mezzanine AB berupa pelat, konstruksi mezzanine jamur, konstruksi mezzanine keramik bertulang).
- Konstruksi mezanin berusuk beton bertulang yang dibuat dalam bekisting (konstruksi berusuk, konstruksi berusuk halus)
- Balok dan Balok Konstruksi Mezzanine Bagian T
- Gudang yang terbuat dari beton atau balok batu buatan (saat ini tidak dikerjakan)
- Konstruksi mezzanine terbuat dari elemen bantalan pelat buatan bengkel antar balok beton (MK dari pelat dan balok padat AB, MK dari pelat berongga AB, MK dari pelat keramik berongga)
- Konstruksi mezzanine terbuat dari balok prefabrikasi dengan elemen pengisi
Gambar 1 - Penuangan pelat beton bertulang datar struktur mezzanine
Konstruksi bata mezzanine
Konstruksi mezzanine seperti itu sudah tidak dibuat lagi, namun akan disebutkan konstruksi mezzanine seperti apa yang dibuat dari bahan tersebut. Namun, informasi lebih lanjut tentang batu bata itu sendiri dapat dibaca di teks berikutnya.
Sebelumnya telah dilakukan konstruksi mezzanine keramik bertulang, konstruksi mezzanine berusuk dengan isian batu bata, konstruksi mezzanine dengan balok bata dan kubah bata.
Konstruksi kaca mezzanine
Penggunaan konstruksi mezzanine jenis ini hanya diperbolehkan untuk skylight plafon (plafon), serta untuk menutupi ruang yang ditempati skylight, dan lain-lain dengan beban bergerak kurang dari 500 kPa, namun tidak untuk struktur mezzanine bangunan gedung atau untuk plafon basement halaman. Konstruksi mezzanine berbahan kaca antara lain : MK bertulang berbahan beton bertulang dan glass block, MK berbahan glass block rangka besi cor dan plafon kaca.

Gambar 2 - Konstruksi mezanin kaca
Struktur mezzanine terbuat dari balok FERT
Konstruksi mezzanine jenis ini sering digunakan saat ini, karena cepat dan dapat diandalkan. Beban dipindahkan oleh balok FERT yang mempunyai tulangan tersendiri, dan pengisian struktur mezzanine ini terdiri dari balok FERT yang tidak memindahkan beban dari struktur mezzanine ke dinding sekitarnya.

Gambar 3 - Konstruksi mezzanine FERT (balok FERT dan blok pengisi)
Struktur mezzanine baja
Untuk pengisian konstruksi mezanin tersebut, hampir semua elemen beton struktural yang tercantum dalam konstruksi mezanin yang terbuat dari beton ikut dipertimbangkan, di mana penyangga baja digunakan sebagai pengganti balok beton (prefabrikasi atau dibuat di lokasi). Struktur mezzanine berbahan baja antara lain: MK berbahan baja profil I, MK berbahan penyangga baja ringan, MK berbahan baja lembaran. Sedikit lebih banyak tentang struktur baja itu sendiri dapat ditemukan di teks berikutnya.

Gambar 4 - Struktur baja mezanin

Gambar 5 - Struktur mezzanine baja dengan isian panel kayu

Gambar 6 - Struktur mezzanine berusuk baja
Konstruksi mezzanine kayu
Konstruksi mezanin dari kayu antara lain: MK balok padat (MK lantai tengah, MK bata ringan, MK lantai buta dan lapisan kedap suara, MK semi masif), MK papan berdinding papan, dan MK balok ganda (loteng dan langit-langit).
Pada konstruksi mezzanine dengan mezzanine, untuk konstruksi mezzanine digunakan panel dari kayu, plester paris, papan lampu dari wol kayu, dll. Struktur mezanin semi-masif ditutupi dengan kawat tipis dengan potongan tanah liat yang dipanggang pada sambungannya, yang diisi dengan beton, atau ditutup dengan pelat beton bertulang berongga. Konstruksi mezanin yang terbuat dari papan, serta balok-I, digunakan terutama untuk menghemat kayu, dan konstruksi yang terbuat dari balok ganda untuk meningkatkan perlindungan baik dari suara yang ditransmisikan melalui udara maupun dari benturan saat berjalan.

Gambar 7 - Konstruksi mezzanine kayu
Plafon dan plafon
Plafon antara lain :
- Langit-langit yang ditempel (diplester) (langit-langit terbuat dari kawat kasa, dengan jaring logam murni sebagai alas lem, dengan jalinan batang kayu, dengan papan tipis dari wol kayu atau dengan jaring buluh).
- Plafon kaca (plafon kaca dengan penampang beton, dengan penampang logam atau dengan penampang kayu).
- Langit-langit logam (langit-langit kawat, langit-langit jaring baja, langit-langit logam membentang, langit-langit lembaran berlubang).
- Langit-langit kayu (langit-langit terbuat dari papan, bilah kayu, dengan jalinan kayu, dengan papan wol kayu yang tidak direkatkan, dengan papan serat kayu penyerap suara).
Langit-langit dengan struktur mezzanine, terutama yang ditempel, dapat meningkatkan isolasi baik dari suara yang ditransmisikan melalui udara maupun dari suara langkah kaki. Selain itu, mereka dapat meningkatkan isolasi termal. Namun, hal ini jarang digunakan saat ini.
Topik terkait: struktur kayu penahan beban, sambungan kayu, kayu dan produksi jendela dan pintu kayu.